LOMBOK: Marissa Haque & Ikang Fawzi, LP3I Mataram, Feb 2011

LOMBOK: Marissa Haque & Ikang Fawzi, LP3I Mataram, Feb 2011
LOMBOK: Marissa Haque & Ikang Fawzi, LP3I Mataram, Feb 2011

LP3I di Mataram, Lombok, Awal 2011, Marissa Haque & Ikang Fawzi

LP3I di Mataram, Lombok, Awal 2011, Marissa Haque & Ikang Fawzi
LP3I di Mataram, Lombok, Awal 2011, Marissa Haque & Ikang Fawzi

Tim LP3I Mataram, Lombok bersama Duta LP3I Marissa Haque & Ikang Fawzi Suaminya

Tim LP3I Mataram, Lombok bersama Duta LP3I Marissa Haque & Ikang Fawzi Suaminya
Tim LP3I Mataram, Lombok bersama Duta LP3I Marissa Haque & Ikang Fawzi Suaminya

Abaout LP3I Mataram, Lombok

lp3imataram@yahoo.com
Website:
http://www.lp3i.ac.id
Office:
Cakranegara Mataram LOMBOK
Location:
JL. AA GDE NGURAH NO. 234 CAKRANEGARA, Mataram, Indonesia 83232
Tampilkan postingan dengan label chikita fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chikita fawzi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

"Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)"

Marissa Haque: Berat Jadi Duta Lembaga Pendidikan

JAKARTA - Artis senior Marissa Haque telah dinobatkan menjadi duta LP3I. Diakuinya pekerjaan barunya tersebut bisa dibilang cukup berat.“Kalau bicara berat itu pasti, karena ini bicara tanggung jawab, dan bagi saya pun karena ini bentuk ibadah seperti bernafas, senyuman itu ibadah dan ini bukan tugas biasa bagi saya,” ujar Marissa Haque saat ditemui di Gedung ESQ, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dengan menjadi duta LP3I, istri Ikang Fawzy ini menambahkan setidaknya bisa menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia yang mulai memprihatinkan.“Keterlibatan aku sebagai duta disini setidaknya aku bisa memberikan pengetahuan yang baik.

Apalagi kondisi pendidikan di Indonesia mulai sedikit memprihatinkan,” katanya.Diakuinya lagi, mengenyam pendidikan hingga mendapat gelar Doktor, membuat kakak kandung Shahnaz Haque merasa punya kewajiban untuk membagi ilmu yang didapat selama dirinya menempuh pendidikan.“Learning by doing, semua saya kerjakan dengan baik. Banyak pengetahuan yang bisa saya berikan untuk siapapun. Lebih pada motivasi, mungkin lebih pada dakhwahnya sehingga itu bisa bermanfaat,” tukasnya.(nov)

Sumber : http://celebrity.okezone.com


"Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)"


Selasa, 23 Agustus 2011

"Marissa Haque Fawzi: Alhamdulillah Setelah Nilai "A" Bulat untuk MBA dari FEB UGM Ingin Balik ke Lombok"




Tupoksi BMT Memotong Laju Rentenir  
 

hanum-amin-rais-becak-mursida-rambe-marissa-haque-bmt-beringharjo1JOGJA- Pinjaman kredit menjadi idola pelaku usaha. Terutama bagi pedagang pasar tradisional. Hanya saja, saat ini masih saja ditemui pedagang yang lari ke rentenir untuk mendapat pinjaman uang di bawah Rp 1 juta. Memang awalnya, prosedur mendapatkan dana tersebut mudah. Namun ujung-ujungnya, bunga yang diterapkan akan membelit dan merugikan pedagang bersangkutan.
“Peran koperasi, termasuk BMT (Baitul Maal wa Tamwil) sangat penting  untuk memotong laju rentenir,” kata Marissa Haque Fawzi, Duta BMT saat mempresentasikan hasil kajiannya di Kantor Pusat BMT Beringharjo, kemarin (19/8).
Lebih lanjut, dari data yang dimiliki Marissa, saat ini sebagian besar memang menuju koperasi dalam mendapatkan pinjaman uang di bawah Rp 1 juta. Jika dipersentasekan sekitar 45,5 persen. Sedangkan 36,4 persen lari ke saudara, dan 13,6 persen ke tetangga untuk mencari pinjaman cepat. Selebihnya, 4,5 persen pinjam ke sesama pedagang.
hanum-amin-rais-bmt-beringharjo-yogyakarta-mas-rury-marissa-haque
“Nah, yang persentase terkecil itu diduga sebagai rentenir. Peran BMT yang merupakan koperasi syariah, mengambil target market ke masyarakat yang belum mempercayakan koperasi sebagai tujuan pinjaman kreditnya,” paparnya.
Menurut Marissa, BMT merupakan wajah Indonesia di masa mendatang. Apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia berada di level usaha kecil dan menengah. Biasanya mereka mengajukan pinjaman tidak sampai ratusan juta layaknya pengusaha besar. Sedangkan untuk mendatangi perbankan, mereka membutuhkan total cost yang besar pula. Maka, keberadaan BMT menjadi satu pilihan bagi masyarakat.

“BMT tidak sama dengan perbankan. Ini merupakan satu keuntungan sekaligus satu kendala. Keberadaan BMT tidak mengikuti Peraturan Bank Indonesia (PBI), sehingga aturan mengenai ekonomi syariah ini belum sepenuhnya diatur. Maka diperlukan satu regulasi yang jelas kedepannya,” katanya istri Ikang Fawzi ini. (ila)

Minggu, 17 Juli 2011

Saat Liburan Menjelang Hati Kami Sampai di Lombok: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Saat Liburan Menjelang Hati Kami Sampai di Lombok: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Kami sekeluarga memang merencanakan liburan keluarga ke Lombok pada bulan Juli 2011 ini. Namun, tahun ini kami akan insya Allah memepersiapkan tiga buah wisuda. Jadi full...full...full perlu biaya untuk semuanya. Sehingga rasanya akan lebih bijaksana bila liburan ke Lombok nya kami tunda jadi akhir tahun 2011 ini. Insya Allah...

Sedih sih rasanya...karena hati kami sesungguhnya sudah sampai di pinggir pantai senggigi...hehe...

Lombok Memang Berbeda: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Lombok Memang Berbeda: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Setiap ada pekerjaan yang melibatkan wilayah NTB khsusunya Lombok, saya selalu bergairah luar biasa. Mungkin karena alamnya yangg sangat cantik, atau alamnya, dna yang pasti karena masyarakat Islam di sana yang hangat serta sangat ramah...subhanallah...

"Menjaga Keseimbangan Komitmen Pernikahan Kami di Lombok: Marissa Haque & Ikang Fawzi"

9 Cara Agar Hidup (Pernikahan) Lebih Menyenangkan  

TEMPO Interaktif, Setiap orang ingin hidup lebih bahagia dari sebelumnya. 
Seperti dikutip laman Ask Men,
 berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar hidup kita lebih bahagia.

1. Memiliki tujuan hidup
W. Beran Wolfe, seorang filsuf berkata, "Saat Anda melihat orang hidup bahagia, pastinya ia memiliki tujuan hidup. Entah itu membangun kapal, menulis lagu, membesarkan anak, atau berkebun." Pemikiran untuk memiliki kesibukan, tujuan hidup, serta berkomitmen menjalankannya membuat seseorang hidup lebih bahagia.

2. Berlibur
Berlibur merupakan salah satu cara untuk lepas dari kesibukan sehari-hari. Melepas lelah dan stres. Sekembalinya dari berlibur, Anda pasti akan kembali bersemangat.

3. Memiliki aktivitas sosial
Dengan memiliki banyak relasi atau teman akan membawa dampak positif bagi hidup Anda. Menjaga hubungan dengan teman, terus bersikap optimistis, dan melakukan hal baik lainnya, bisa meningkatkan kebahagiaan.

4. Menjalankan hobi
Hobi adalah upaya untuk menjaga semangat hidup Anda. Menjalankan hobi juga membuka peluang Anda mendapatkan teman, juga lingkungan sosial yang baru.

5. Tidur siang
Tidur siang membantu Anda untuk kembali fokus bekerja dan mengembalikan semangat.

6. Beristirahat sejenak
Jika tidak bisa tidur siang, coba lakukan aktivitas lain yang membantu Anda untuk kembali bersemangat, seperti jalan-jalan sejenak keluar kantor, mendengarkan musik, meditasi, atau mengatur pernapasan.

7. Melihat cahaya matahari
Ternyata, cuaca dapat mempengaruhi suasana hati seseorang. Oleh karena itu, jika lingkungan kerja Anda minim terkena cahaya matahari langsung, coba keluar sejenak untuk mendapatkan cahaya matahari. Cukup sekitar 30 menit, terpaan cahaya matahari membantu memulihkan hari Anda.

8. Bercinta
Melakukan hubungan seks memberi rasa bahagia dan nyaman. Melakukannya dengan teratur akan membuat Anda membangun komunikasi yang baik dengan pasangan.

9. Olahraga
Apa pun alasannya, baik itu untuk menurunkan berat badan, melawan penyakit, atau sekadar hobi, yang pasti dengan berolahraga, hidup Anda akan lebih menyenangkan. Jadi, jangan ragu-ragu untuk melakukannya sesering mungkin.




"Menjaga Keseimbangan Komitmen Pernikahan Kami: Marissa Haque & Ikang Fawzi"
Sumber: http://marissa-haque-dan-ikang-fawzi.blogspot.com/

Minggu, 26 Juni 2011

"Doa dan Cinta": Kunci Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)


Sabtu, 16 April 2011 15:01
Sumber: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/doa-dan-cinta-kunci-keluarga-ikang-fawzi-marissa-haque.html
 
Kapanlagi.com - Pasangan artis Marissa Haque dan Ikang Fawzi sangat bersyukur rumah tangganya bisa bertahan hingga usia 24 tahun. Tidak hanya sekedar kebersamaan, namun kehadiran dua anak berikut anugerah dan prestasi dalam keluarga juga patut disyukurinya.

"Alhamdulillah kita bisa sama-sama, tidak ada acara yang khusus karena Indonesia sedang tidak bahagia ya. Tapi pasangan artis, publik figur yang bisa usia perkawinan segini kita bersyukur," ungkap Marissa Haque saat ditemui di kediamannya di Kawasan Bintaro, Tangerang, Banten, Rabu (14/04/2011).
"Gak harus artis sih orang lain juga pasti bersyukur. Alhamdulillah ini sebenarnya saya selalu berbicara family has to stick together, jadi memang dengan kebersamaan ini kita memberi kenyamanan, keamanan kepada anak-anak," sahut Ikang Fawzi.

Kenyamanan keluarga, menurut rocker yang sukses dengan lagu Preman itu menjadi ruang pertama untuk meraih segala hal. Apa yang diraihnya bersama sang istri, berikut prestasi anak-anak tidak lepas dari keberadaan keluarga yang kondusif.

"Jadi anak-anak bisa berkreasi dengan sebaik-baiknya. Rumah tangga ini bisa punya rencana yang lebih baik. Dan yang paling penting bisa memberikan satu manfaat. Semua berangkat dari rumah tangga. Kalau terlalu banyak permasalahan kita juga nggak bisa berkreasi apa-apa. Apa yang kita alami turun naik lah, namanya rumah tangga nggak ada yang terbaik, cuma kita hanya berusaha bertahan dan membuktikan komitmen kita. Dan menerima apa adanya," urai Ikang.

"Ada cinta dan ada maaf, dan satu lagi yang terpenting dari itu semua, ada kebersamaan dalam doa. Kita selalu sholat berjamaah dan berdoa. Yang aku lihat di sini Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita minta," tambah Marissa.

Sebagai kunci keluarga adalah berdoa dan kebersamaan termasuk dalam berdoa pun kebersamaan menjadi unsur penting terkabulnya keinginan. Selain itu landasan cinta menjadi pondasi dalam membangun keluarga.

"Ya itu (kuncinya) berdoa berjamaah kudu dibanyakin. Kemudian kita yakin kita menikah karena cinta dan di dalam cinta ada maaf. Sudah gitu toleransi, adaptasi tanpa kehilangan jati diri," tegas Marissa.
Konsep yang disampaikan Marissa dan Ikang pun menjadi pedoman keluarga, bagi anak-anaknya. Setidaknya hal itu ditunjukkan oleh Isabella Muliawati Fawzi, putri pertamanya.

"Satu lagi, cinta itu datangnya dari Allah," tegas Isabella mendukung kalimat mamanya.
"Bener-bener, karena di dunia ini kita tidak bisa memiliki," sambung Ikang memberi penegasan.
Sementara anak kedua Marsha Chikita Fawzi, tidak nampak dalam kebersamaan tersebut, karena tengah berada di luar negeri untuk sebuah pekerjaan. Namun tidak menyurutkan keceriaan keluarga dalam merayakan ulang tahun pernikahan.   (kpl/hen/dar)

Tim LP3I Mataram, Lombok bersama Duta LP3I Marissa Haque & Ikang Fawzi Suaminya

Tim LP3I Mataram, Lombok bersama Duta LP3I Marissa Haque & Ikang Fawzi Suaminya
Tim LP3I Mataram, Lombok bersama Duta LP3I Marissa Haque & Ikang Fawzi Suaminya

RA Menik Haryani Kodrat & Marissa Haque di Pantai Senggigi, Lombok, Mei 2011

RA Menik Haryani Kodrat & Marissa Haque di Pantai Senggigi, Lombok, Mei 2011
RA Menik Haryani Kodrat & Marissa Haque di Pantai Senggigi, Lombok, Mei 2011

Gubernur NTB yang 'DIDUGA' Kurang Responsif terhadap Pendidikan Alternatif bagi Masyarakatnya

Gubernur NTB yang 'DIDUGA' Kurang Responsif terhadap Pendidikan Alternatif bagi Masyarakatnya
Upaya Ibu RA Menik Kodrat Menemui Gubernur NTB dengan LP3I Mataram, Lombok, 2010